Posted on 08 March 2010
PENDAHULUAN
Top management dari setiap organisasi yang telah dengan segala upaya merancang, mempersiapkan dan melaksanakan Occupational Health & Safety Management System berdasarkan OHSAS 18001:2007 akan selalu bertanya tentang keefektifan dari pelaksanaan System tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui apakah System telah dilaksanakan secara efektif atau tidak adalah dengan melakukan Internal Audit. Hasil dari Internal Audit akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review yang disyaratkan oleh OHSAS 18001:2007.
Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit? Dalam pelatihan dua hari ini peserta akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu semua, serta dilatih bagaimana cara melakukan Internal Audit, termasuk praktik langsung melakukan Audit Internal di Perusahaan.
Read the full story
Posted on 07 March 2010
Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja sangat mandatory untuk Contractors, Vendors dan Suppliers yang bergerak di Industri Oil & Gas. Kinerja Sistem Manajemen K3 organisasi para Contractor, Vendor dan Supplier akan diaudit terlebih dahulu sebelum mendapatkan kontrak.
MANFAAT TRAINING CONTRACTOR’S SAFETY MANAGEMENT SYSTEM
1. Untuk memperkenalkan program CSMS, elemen serta persyaratannya
2. Membantu kontraktor untuk mempersiapkan diri dan memenuhi persyaratan CSMS
3. Membantu membina kontraktor meningkatkan sistem K3
Read the full story
Posted on 18 February 2010
The HAZOP Technique is a widely used method of identifying hazards and operability problems, providing the foundation for the risk assessment process. HAZOP can reduce pre and post start-up modifications and improve productivity and product quality. On this hazops courses, the lectures are underpinned by syndicate exercises.
THE OBJECTIVES OF THIS HAZOPS COURSE
Hazops courses are intended to:
- Give an appreciation of the risk management process to position HAZOP within that process
- Provide an in-depth understanding and experience of the various HAZOP techniques and their correct application
Read the full story
Posted on 17 February 2010
Ancaman bahaya yang memungkinkan mendatangkan kerusakan besar seperti kebakaran gempa, tsunami, badai, banjir, bahkan demo yang semakin membudaya dilingkungan masyarakat kita. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, perusahaan harus membentuk organisasi tersendiri dalam menghadapi keadaan darurat, apapun bentuknya. Tanpa persiapan yang baik dalam menghadapi keadaan darurat, kepanikan akan terjadi dan kemungkinan kerugian yang lebih besar akan dialami oleh perusahaan. Kesadaran perusahaan tentang kemungkinan adanya bencana yang tidak diharapkan, akan meningkatkan kewaspadaan Perusahaan.
MATERI TRAINING EMERGENCY RESPONSE
1. Manajement Perencanaan Tanggap Darurat (ERP)
- Introduction of ERP
- Disaster Management in Indonesia
- Disaster Management Elements
- Development of Disaster Management
- ERP Programs
- Evacuation and Fire Emergency Response
- Emergency Organization
2. Perencanaan Tanggap Darurat Kebakaran
- Pengantar Sistem Manajemen Pengawasan Kebakaran
- Strutur Organisasi Tugas & Fungsi Peran Kebakaran
- Pembuatan Skenario & Gladi Evakuasi
Read the full story
Posted on 22 January 2010
PENDAHULUAN
Pada tahun 1996, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dimana pada pasal 3 Peraturan Menteri tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3.
Phitagoras bermaksud untuk menyelenggarakan training Sistem Manajemen K3 (SMK3) berdasarkan Standard Internasional OHSAS 18001:2007 supaya perusahaan dapat memenuhi regulasi pemerintah tersebut sekaligus menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
GARIS BESAR PROGRAM TRAINING SMK3 OHSAS 18001
1. Dasar – dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
2. Maksud dan Tujuan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) OHSAS 18001:2007
3. Pengenalan dan interpretasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) OHSAS 18001:2007
4. Metode Penyusunan SMK3
5. Mengelola Kinerja SMK3 di tempat kerja
6. Hazard Identification and Risk Assessment
7. Implementasi dan Sertifikasi SMK3
Read the full story
Posted on 14 December 2009
LATAR BELAKANG
Banyak perusahaan yang telah menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) namun kinerja keselamatan belum memuaskan, angka kecelakaan masih tinggi. Karena itu perlu pendekatan lain salah satu diantaranya adalah pendekatan perilaku atau Behavior Based Safety (BBS)
Sejak diperkenalkan di awal tahun 1990, konsep Behavior Based Safety (BBS) semakin banyak diaplikasikan di berbagai perusahaan. Konsep ini berdasarkan penelitian yang menyimpulkan bahwa faktor dominan penyebab kecelakaan adalah unsur manusia. Karena itu pendekatan pencegahan kecelakaan harus menempatkan aspek manusia sebagai unsur sentral melalui pendekatan behavior safety.
“Behavioral safety is the systematic application of psychological research on human behavior to the problems of safety in the workplace”
Read the full story
Posted on 05 August 2009
Kecelakaan akan menyebabkan kerugian dan mengurangi keuntungan perusahaan, tetapi masih banyak yang belum mau melakukan tindakan penanggulangan dengan baik dan serius. Padahal kecelakaan sering terjadi ditempat kerja, bahkan terkadang kecelakaan yang sama terulang kembali untuk yang kesekian kalinya, tanpa ada upaya penanggulangan sedikitpun. Salah satu upaya mengurangi kerugian akibat kecelakaan adalah dengan mengadakan analisa setiap kecelakaan yang terjadi dan melakukan tindakan perbaikan agar kecelakaan serupa tidak akan pernah terjadi kembali. Hasil analisa kecelakaan yang baik dan tepat serta diterapkan upaya tindak pencegahannya akan bisa meningkatkan kesadaran keselamatan bagi semua karyawan dan kerugian akibat kecelakaanpun akan berkurang.
Read the full story
Posted on 29 July 2009
Banyak kecelakaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi, tetapi bisa terjadi dan sangat merugikan. Karena itu diperlukan pengetahuan untuk mencegahnya agar kerugian dapat dihindarkan. Semua kecelakaan yang pernah terjadi ada sebabnya, semua sebab bisa dicari dan diketahui, karena itu semua sebab kecelakaan dapat dihindari sehingga semua kecelakaan bisa ditiadakan, sampai tercapai bebas kecelakaan. Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan.
MANFAAT BASIC SAFETY COURSE
- Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan.
- Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya.
- Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan
Read the full story
Posted on 24 July 2009
OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series) adalah standard internasional sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja. Keuntungan dari penerapan OHSAS 18001 adalah : terintegrasi dengan sistem manajemen lain (ISO 9000 & ISO 14000), meminimalisasi resiko, meningkatkan performa bisnis dan meningkatkan citra perusahaan.
Pada tanggal 1 Juli 2007, telah terbit standard baru OHSAS 18001:2007 yang menggantikan OHSAS 18001:1999. Untuk itu perusahaan atau organisasi yg sudah menerapkan dan mendapatkan sertifikasi OHSAS 18001:1999 wajib mengupgradenya ke OHSAS 18001:2007 paling lambat 1 Juli 2009. Perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikat OHSAS 18001:1999 dan ingin mengupgradenya ke OHSAS 18001:2007 penting untuk mengikuti training ini, begitu pula bagi perusahaan atau organisasi yang ingin menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja berdasarkan OHSAS 18001:2007.
Read the full story
Posted on 18 May 2009
Angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja di kalangan petugas kesehatan dan non kesehatan dibeberapa negara maju menunjukan kecenderungan meningkat prevalensinya. Kecelakaan tersebut sering terjadi karena kurangnya kesadaran pekerja dan kualitas serta keterampilan pekerja yang kurang memadai. Banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja, sehingga tidak menggunakan alat-alat pelindung diri yang sudah disediakan. Dalam penjelasan undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan telah mengamanatkan antara lain, setiap tempat kerja harus menyelenggarakan pelayanan kesehatan kerja.
Petugas laboratorium merupakan orang pertama yang terpajan bahan kimia yang merupakan bahan toksik, korosif, mudah meledak dan terbakar serta melibatkan bahan biologi. Selain itu dalam pekerjaannya menggunakan alat-alat yang mudah pecah, radiasi serta alat-alat elektronik dengan voltase yang mematikan, dan melakukan percobaan dengan penyakit yang dimasukan ke jaringan hewan percobaan.
Oleh karena itu PT. Phitagoras Global Duta bermaksud menyelenggarakan Training Safety Laboratory (Health and Safety in the Laboratory)
Read the full story