Archive | ISO Series

Tags: , , ,

Training SOP (Standard Operating Procedure) Writing & Improvement


SOP Writing & Improvement: Teknik Pengembangan SOP yang Mudah dan Jitu

Pengantar
Pada bisnis yang mengedepankan “sistem” keberadaan Standard Operating Procedure (SOP) merupakan hal yang mutlak. Sistem pada perusahaan identik dengan menonjolkan kerja sama bukan individual, penerapan sistem bertujuan pelaksanaan layanan-layanan sesuai mutu yang ditentukan dan konsisten dari waktu ke waktu serta dimanapun disediakannya layanan tersebut.
Setiap bisnis boleh memilih dan menentukan bagaimana memberikan layanan-layanan/ produknya. Pada bisnis franchise yang sudah mapan contohnya, dimanapun outlet franchisenya yang baru dibuka, disana para pelanggan akan menikmati kenyamanan “atmosphere” dan layanan-layanan yang sama sebagaimana yang sudah terekam dalam benak pelanggan. Bagaimana franchise tersebut bisa melakukannya? Jawabannya dengan menerapkan “sistem” atau kata lainnya adalah SOP. Mau tidak mau SOP menjadi suatu paket dokumen tertulis dari Franchisor yang diberikan kepada Franchisee, dan Franchisee wajib mengikuti dan menjalankan SOP agar bisa menjalankan bisnis franchise tesebut dengan sukses.
Selain itu adanya SOP, bisa digunakan untuk mengkomunikasikan sekaligus menyamakan persepsi antara berbagai pihak yang terlibat dalam rangkaian proses bisnis. SOP juga digunakan sebagai media pengendalian dan pemantauan mutu kinerja pada suatu fungsi/ departemen tertentu. Dengan SOP akan dicapai pengaturan agar tidak terjadi salah komunikasi, menghindari konflik antar fungsi (yang kadang berkepanjangan) atau bahkan saling melepaskan tanggung jawab, yang pada akhirnya dapat berakibat pada menurunnya kinerja organisasi itu sendiri.

Tujuan
1. Memahami dan mengerti latar belakang dan pentingnya kegunaan SOP
2. Memahami prinsip, metode, dan teknik penyusunan SOP
3. Memberikan pedoman dalam pembuatan SOP yang efektif dalam rangka meningkatkan kinerja dan wawasan perusahaan.

Metode Pelatihan Standard Operating Procedure:
Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pengajaran, workshop, studi kasus dan konsultasi interaktif.

Outline :

1.    Review : Pengertian Perusahaan sebagai business entity, praktek bisnis yang sehat
2.    Interface relationship – organisasi, people, dan business process
3.    Analisa Hirarki dalam sistem  pengambilan keputusan suatu perusahaan komersial.
4.    Mendesain Strategi dan Kebijakan sebagai dasar SOP
5.    Mendesain SOP Perusahaan melalui Evaluasi hubungan antar fungsi
6.    Menyusun dan menulis SOP
7.    Mengembangkan Tim Penyusun dan Revisi SOP secara struktural ataupun fungsional
8.    Mengembangkan mekanisme Sosialisasi, Uji Coba, Monitoring, Revisi, dan Pengesahan SOP.
9.    Dilengkapi contoh – contoh SOP berbagai fungsi baik yang bersifat parsial maupun terintegrasi antar fungsi.

Siapa yang harus ikut pelatihan ini,
Tim  SOP, Manager, Supervisor, Engineer, Praktisi di bidang continuous improvement/ produksi & operasi dan semua pihak yang terkait dengan proses improvement.

Durasi: Two Days : 09.00 – 16.00 WIB

Workshop Leader : Yuwono D. Sucipto
Memiliki pengalaman sebagai Quality Management Consultant sejak 1996 dan pernah menempati posisi Training Manager  di salah satu proyek World Bank. Beberapa topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya Standard Operating Procedure (SOP), Internal Quality Audit, Implementation of ISO 9000, Implementation of ISO 14000, Implementation of OHSAS 18000, dan Integrated of ISO 9000, ISO 14000 and OHSAS 18000. Ruang lingkup pengalamannya selain di bidang pelatihan juga sebagai Konsultan Pendamping dalam menerapkan dan mendapatkan penghargaan sertifikasi ISO 9000/ ISO 14000/ OHSAS 18000 selain itu beliau adalah Technical Expert dari Singapore Accreditation Council (SAC)-Badan Akreditasi Nasional Singapura. Sepanjang pengalamannya di dunia training & consultant, beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: Panasia Grup, Argo Pantes Grup, Salim Grup, PT. Himalaya, PT. CGN, PT. Industri Sandang Nusantara, perusahaan-perusahaan ADIDAS Group, PT. Anugerah Citra Abadi, PG. Kebon Agung, Universitas Budi Luhur, STMT Trisakti, PT. Kaefer Krazu, Security Services, PT. Unilon, PT. Bina Busana Internusa PT. Kereta Api Indonesia (KAI), PT. Jamsostek, API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia), APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), beberapa Direktorat Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, PT. Medco Energi, PLTU Tarahan, dan sebagainya.
Yuwono D. Sucipto adalah lulusan ITT/ STTT (Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil), Bandung dan Magister Manajemen dari STIE IPWI, Jakarta, serta  Lead Auditor of ISO 9000/ ISO 14000/ OHSAS 18000.

JADWAL TRAINING Standard Operating Procedure

  1. Bandung, 29 – 30 Juli 2010
  2. Yogyakarta, 29 – 24 September 2010
  3. Surabaya, 28 – 29 Oktober 2010
  4. Bandung, 2 – 3 Desember 2010

INVESTASI

Pendaftaran per peserta                                                               Rp. 3.500.000,-
Pendaftaran & Pelunasan 2 minggu sebelum training                  Rp. 3.250.000,-
Gratis orang ke 5, untuk pendaftaran 4 orang dari satu perusahaan

Fasilitas Training: Modul Training yang berkualitas (hardcopy dan softcopy), Training Kit: tas, Block Note, ballpoint, termasuk jaket atau t shirt, Lokasi training yg nyaman di hotel berbintang empat / lima, Makan Siang, coffee / tea break, Sertifikat Flash disk berisi materi training, Foto bersama seluruh peserta

Download Silabu Disini


Pre Registration Form
  1. (required)
  2. (valid email required)
  3. Captcha
 

cforms contact form by delicious:days

Posted in Standard Operating ProcedureComments (0)

Tags: , , , ,

Becoming an Effective Internal Quality Auditor Based on ISO 9001


Dalam Training Internal ISO 9001 Auditor ini, peserta akan mengetahui kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit? Peserta juga akan dilatih bagaimana cara melakukan Internal Audit, termasuk simulasi Audit Internal

MANFAAT TRAINING INTERNAL ISO 9001 AUDITOR
Setelah mengikuti training internal quality auditor ini diharapkan para peserta dapat memahami:
1. Persyaratan Quality Management System ISO 9001:2008
2. Apa dan kenapa diperlukan Internal Audit
3. Cara melaksanakan Internal Audit di perusahaan
4. Kompetensi yang diperlukan untuk menjadi seorang Internal Auditor
5. Cara menganalisa hasil Internal Audit yang sudah dilakukan
6. Cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

GARIS BESAR TRAINING INTERNAL ISO 9001 AUDITOR

1. Review Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
2. Apa yang dimaksud dengan Internal Audit dan kenapa perlu Internal Audit?
3. Kapan Internal Audit diadakan?
4. Siapa yang harus melakukan Internal Audit dan apa kompetensi yang dibutuhkan?
5. Persiapan dan pelaksanaan Internal Audit?
6. Bagaimana cara melakukan Internal audit?
7. Apa saja yang dicatat dalam Internal Audit?
8. Analisa penyimpangan dan penetapan tindakan koreksi / pencegahan / improvement
9. Pelaksanaan tindakan koreksi / pencegahan / improvement dan pengendaliannya

SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI?
Para Internal Quality Auditor atau orang yang disiapkan untuk menjadi Internal Auditor, Management Representatives, ISO team, HRD, Training and Development.

TRAINER

Yuwono D. Sucipto, Ir, MM
Memiliki pengalaman sebagai Quality Management Consultant dan pernah menempati posisi Training Manager  di salah satu proyek World Bank. Beberapa topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya Internal Audit of ISO 9000, Internal Audit of ISO 4000, Documenting & Implementing of ISO 9000, Documenting & Implementing of ISO 14000, 5 S-House Keeping Management dan Total Quality Management. Ruang lingkup pengalamannya selain di bidang pelatihan juga sebagai Konsultan Pendamping dalam menerapkan ISO 9000/ ISO 14000/ OHSAS 18000 serta Technical Expert dari Singapore Accreditation Council (SAC). Sepanjang pengalamannya di dunia training & consultant, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: Panasia Grup, Argo Pantes Grup, Salim Grup, PT. Himalaya, PT. Central Georgette Nusantara, PT. Industri Sandang Nusantara, PT. Anugerah Citra Abadi, PG. Kebon Agung, PT. Karyabudy Ekatama, Universitas Budi Luhur, STMT Trisakti, PT. Kereta Api Indonesia (KAI), API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia), APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan beberapa perusahaan lainnya.  Yuwono D. Sucipto adalah lulusan ITT/ STTT (Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil), Bandung dan Magister Manajemen dari STIE IPWI, Jakarta, dan  Lead Auditor of ISO 9000/ ISO 14000/ OHSAS 18000.

DURASI
14 jam efektif (2 hari kerja)

JADWAL TRAINING INTERNAL ISO 9001 AUDITOR

  1. Jakarta, 26 – 27 Januari 2010
  2. Jakarta, 22 – 23 April 2010
  3. Yogyakarta, 29 – 30 September 2010
  4. Yogyakarta, 16 – 17 Desember 2010

INVESTASI
Pendaftaran per peserta                                                                      Rp. 3.750.000,-
Pendaftaran & Pelunasan 2 minggu sebelum training                         Rp. 3.500.000,-
Gratis orang ke 5, untuk pendaftaran 4 orang dari satu perusahaan

Download Silabus Disini


Pre Registration Form
  1. (required)
  2. (valid email required)
  3. Captcha
 

cforms contact form by delicious:days

Posted in ISO 9001, ISO Series, Quality&ProductivityComments (0)

Tags: ,

Training Integrating QHSE Management System (ISO 9001-ISO14001-OHSAS) Batch VII, Bali 3 – 6 Agustus 2010


Training ini akan memberi gambaran bagaimana mengintegrasikan Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2008), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (OHSAS 18001:2007).

MANFAAT TRAINING INTEGRASI ISO 9001 – 14001 DAN OHSAS
Setelah mengikuti training integrasi ISO 9001-14001-OHSAS ini, diharapkan peserta akan dapat memahami:
1. Persyaratan ISO 9001:2008, ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:2007
2. Ruang Lingkup dan Dokumentasi Integrasi ISO 9001-14001-OHSAS
3. Bagaimana mengimplementasikan Sistem ISO 9001-14001-OHSAS secara terintegrasi
4. Pengelolaan Rekaman Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001-14001-OHSAS

Read the full story

Posted in Featured, ISO Series, Integrated ISOComments (0)

Tags: ,

Interpreting and Documenting ISO 9001:2008 Batch VII


PENDAHULUAN

Standar Internasional ISO 9001:2008 berisi persyaratan-persyaratan sistem manajemen mutu yang mengarahkan organisasi untuk mengendalikan proses-prosesnya menuju pencapaian sasaran-sasarannya termasuk diantaranya kepuasan pelanggan, kesesuaian dengan peraturan dan perndang-undangan serta peningkatan berkesinambungan. Dalam penerapan sistem manajemen mutu ini, organisasi bisa menjalani proses sertifikasi dari Lembaga yang independen sebagai bukti atas kesesuaiannya memenuhi berbagai persyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sehingga lebih meningkatkan kepercayaan mitra bisnisnya/ stake holdernya.  Saat ini penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 berlangsung di berbagai sektor bisnis komersil  manufaktur ataupun jasa serta organisasi non profit dan institusi pemerintahan di 170 negara.  Menurut standar seri ISO 9000, Dokumentasi merupakan sesuatu yang jauh lebih luas dari pada sekedar arsip, catatan, (dan tentu saja foto-foto yang mungkin sempat Anda bayangkan). Dan ketika perusahaan/ organisasi berupaya untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, maka perusahaan/ organisasi perlu menetapkan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutunya sesuai persyaratan standar sebagai landasan penerapan dan peningkatan mutu yang berkesinambungan. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 sebagai Standar yang generik memerlukan dokumentasi dengan intepretasi yang tepat sesuai bidang industri maupun layanannya serta penerapannya membutuhkan strategi agar diterima dan dijalankan oleh semua karyawan.

Training ISO 9001:2008 ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan dan menyusun dokumentasi yang teruji sebagai dasar penerapan dan evaluasi, serta strategi penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 bagi perusahaan yang berkomitmen menghasilkan produk dan layanan bermutu serta kinerja yang tinggi.

Read the full story

Posted in Featured, ISO 9001, ISO SeriesComments (0)

Tags: , , , , ,

Laboratory Preparation for ISO/IEC 17025:2005 Accreditation Batch VIII


Menurut ISO (International Organization for Standardisation), akreditasi adalah pengakuan formal terhadap laboratorium penguji /kalibrasi yang mempunyai kompetensi untuk melakukan pengujian /kalibrasi tertentu yang tertuang dalam peraturan ISO 17025:2005. Akreditasi laboratorium mampu memberikan jaminan terhadap mutu dan keakuratan data hasil uji/kalibrasi sekaligus menjamin kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi. Di Indonesia, laboratorium diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Untuk dapat diakreditasi sebagai laboratorium yang kompeten, laboratorium tersebut harus menerapkan standar ISO/IEC 17025:2005 – Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Penguji/Kalibrasi.

PT. Phitagoras Global Duta berusaha untuk berbagi pengalaman dengan membantu industri, organisasi, instansi, laboratorium, dan pelaku bisnis untuk memahami dan melaksanakan kegiatan menjaga kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi dengan menerapkan ISO/IEC 17025:2005.

Read the full story

Posted in Featured, ISO 17025, ISO Series, LaboratoryComments (0)

Tags: , , , ,

Effective Internal Audits and Management Reviews based on ISO/IEC 17025:2005 Batch VI


Laboratorium dapat dinyatakan sebagai laboratorium yang kompeten apabila laboratorium tersebut telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Untuk dapat diakreditasi, laboratorium tersebut harus menerapkan Sistem Manajemen Laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025:2005 – Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Penguji/Kalibrasi.

PT. Phitagoras Global Duta berusaha untuk berbagi pengalaman dengan membantu industri, organisasi, instansi, laboratorium, dan pelaku bisnis untuk memahami dan melaksanakan kegiatan menjaga kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi dengan menerapkan ISO/IEC 17025:2005.

MANFAAT TRAINING AUDIT INTERNAL ISO 17025

  1. Memahami prinsip penyiapan laboratorium yang memenuhi persyaratan kompetensi laboratorium penguji / kalibrasi berdasarkan ISO/IEC 17025:2005.
  2. Memahami prinsip audit internal laboratorium penguji / kalibrasi menurut ISO/IEC 17025:2005.
  3. Mampu melakukan audit internal bagi laboratorium penguji / kalibrasi menurut ISO/IEC 17025:2005

Read the full story

Posted in ISO 17025, ISO Series, LaboratoryComments (0)

Tags: , ,

Understanding & Implementing Food Safety Management System


PENDAHULUAN
Food Safety Management Systems (Sistem-Sistem Manajemen Keamanan Makanan) berdasarkan ISO 22000 membantu organisasi untuk menatalaksana risiko-risiko yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Sistem-sistem manajemen tersebut perlu memperhitungkan tidak saja peraturan dasar makanan dan praktek-praktek tempat kerja yang dapat diterima, tetapi juga meliputi rencana-rencana kemungkinan untuk terjadinya krisis seperti penarikan kembali produk. Semua jenis praktek tersebut membentuk dasar suatu Food Safety Management System.
Standar ini mencakup key elements untuk membentuk Food Safety, dimana salah satu key element tersebut adalah HACCP yang dirancang untuk digunakan pada semua segmen industri pangan mulai penanaman, pemanenan, pengolahan, pabrikasi, distribusi dan penjualan sampai pada penyiapan makanan untuk dikonsumsi.  Program-program prasyarat seperti GMP yang diterapkan saat ini (current Good Manufacturing Practices, cGMPs) merupakan suatu dasar yang yang penting bagi keberhasilan pengembangan dan penerapan rencana HACCP.  Sistem keamanan pangan yang didasarkan pada HACCP telah diterapkan dengan sukses pada pabrik pengolahan makanan, toko penjual makanan dan operasi jasa pelayanan makanan.

MANFAAT TRAINING ISO 22000
•  Memahami persyaratan dari Food Management System berdasarkan ISO 22000:2005
•  Memahami keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari penerapan ISO 22000:2005
•  Memahami persyaratan untuk proses sertifikasi

Read the full story

Posted in Featured, ISO 22000, ISO SeriesComments (0)

Tags: , , ,

Training Dokumentasi Integrasi ISO Management


Bagi perusahaan yang ingin mengintegrasikan QMS (Quality Management System), EMS (Environment Management System) dan OHSAS (Occupational Health & Safety Assessment Series), sering timbul pertanyaan bagaimana caranya menuliskan dokumen yang diperlukan untuk ketiga sistem tersebut secara efisien? Integrasi ketiga sistem manajemen tersebut dilakukan di dokumen level I, II, atau III? Training Integrasi ISO Management ini akan memberi gambaran kepada para peserta tentang bagaimana cara menuliskan dokumen integrasi dari QMS (ISO 9001:2008), EMS (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (OHSAS 18001:2007).

Read the full story

Posted in Featured, ISO Series, Integrated ISOComments (1)

Tags: , , , , ,

ISO 17020 Consultant:Perancangan Sistem Manajemen Lembaga Inspeksi


I.  PENDAHULUAN

1.1    LATAR BELAKANG
Pengakuan legal dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk Lembaga Inspeksi saat ini menjadi bagian penting sebagai jaminan kompetensi dalam Sistem Standar Nasional. Pengakuan ini juga merupakan jaminan bahwa lembaga tersebut terjaga kompetensinya dan konsistensinya dalam penerapan sistem sertifikasi/inspeksi nasional.
Sistem sertifikasi dari Lembaga Inspeksi menunjang adanya informasi teknis yang tertuang dalam sertifikat inspeksi untuk spesifikasi pekerjaan dari customer/industri yang legal dan valid. Dengan demikian pengakuan atas spesifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun hukum akan menjadi salah satu penunjang perusahaan dalam mengembangkan pekerjaan.
Untuk memastikan bahwa lembaga mempunyai kompetensi teknis yang sesuai, lembaga tersebut harus mengikuti standar SNI 19-17020-1999 (ISO/IEC 17020), ”Persyaratan umum pengoperasian berbagai lembaga inspeksi”, yang berisi semua persyaratan manajeman dan teknis yang harus dipenuhi oleh lembaga inspeksi, bila ingin mendapatkan pengakuan internasional sebagai sebuah lembaga inspeksi.

1.2    TUJUAN

  1. Meningkatkan kemampuan lembaga inspeksi dalam menerapkan persyaratan standar ISO 17020 dan peraturan nasional yang berlaku;
  2. Meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap kesesuaian teknis dari lembaga dalam sistem sertifikasi dan inspeksi;
  3. Memudahkan pengakuan antar negara melalui kerjasa inspeksi yang terakreditasi antar instansi terkait dalam komunikasi informasi, pengalaman dan harmonisasi antar standar dengan negara lain.

1.3.    KEDUDUKAN LEMBAGA INSPEKSI
Keberadaan Lembaga Inspeksi sebagai pihak ketiga/independent di dalam sistem sertifikasi adalah bertindak sebagai penengah antara produsen dan konsumen dalam pemastian mutu pekerjaan, rancangan atau spesifikasi tertentu dari suatu objek yang diinspeksi.
Penerapan sistem inspeksi, merupakan persyaratan wajib dalam penerapan fungsi pengawasan dan regulasi, bahkan menjadi mutlak bagi penilaian kesesuian terhadap standar tertentu.
Hasil inspeksi (sertifikat inspeksi) merupakan rekomendasi dalam menatapkan kesesuaian atau merupakan rujukan bagi sistem sertifikasi lain.

I.4.  SASARAN PROGRAM
Sasaran program bimbingan teknis ini adalah membantu mempersiapkan lembaga Inspeksi teknis dalam proses pencapaian akreditasi lembaga sesuai standar ISO/IEC 17020 (SNI 19-17020-1999) dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

II.    KERANGKA UMUM LAYANAN PROGRAM

Program dirancang sedemikian rupa sehingga lembaga Inspeksi siap diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).  Program ini berisi gabungan antara pemeriksaan awal (gap analysis), pelatihan, proses konsultansi, penyiapan dokumen sistem dan evaluasi akhir persiapan lembaga inspeksi.

2.1   RUANG LINGKUP LAYANAN
Ruang lingkup Layanan program pendampingan yang dikembangkan adalah “Perancangan Sistem Manajemen Lembaga Inspeksi” dengan ruang lingkup inspeksi  disesuaikan dengan kondisi lembaga dan tujuan yang ingin dicapai.

2.2   PAKET LAYANAN
Layanan program yang dikembangkan Lembaga Inspeksi adalah melalui tahapan sebagai berikut :
TAHAP I
1.    Training Pemahaman
ISO 17020
Kegiatan pemahaman adalah kegiatan untuk memberikan pemahaman dasar dan persamaan persepsi bagi seluruh anggota tim lembaga inspeksi yang terlibat dan pihak pengambil keputusan mengenai sistem manajemen lembaga inspeksi berdasar ISO/IEC 17020.
2.    Gap Assessment
Kegiatan gap assessment bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana kesesuaian lembaga terhadap persyaratan standar.  Kegiatan gap analysis meliputi :

  1. Memeriksa sistem manajemen yang berlaku saat ini dan seluruh prosedur, instruksi kerja dan formulir yang akan atau sudah digunakan;
  2. Memeriksa kesesuaian, kelayakan peralatan inspeksi dan ketelusurannya;
  3. Memeriksa kesesuaian kompetensi SDM atau Operator alat dan Inspektor yang terlibat dalam penerapan standar ISO/IEC 17020.

TAHAP II
1.    Rancang Bangun Sistem
Melakukan penataan sistem manajemen, penyusunan dan revisi terhadap dokumen Panduan Sistem Manajemen, Prosedur, Instruksi Kerja (IK) dan Formulir untuk memenuhi persyaratan ISO/IEC 17020. Rancang bangun sistem disusun oleh konsultan.
2.    Bimbingan Implementasi, meliputi :

  1. Penerapan sistem manajemen yang telah disusun
  2. Tindakan koreksi/revisi sistem manajemen yang telah disusun bila masih terdapat ketidaksesuaian;

3.    Pelatihan Audit Internal Lembaga Inspeksi
Kegiatan audit internal bertujuan untuk mengetahui kesiapan lembaga sebelum dinilai, memastikan keefektifan penerapan sistem manajemen dan tindakan koreksi yang harus dilakukan.

TAHAP III
1.    Pelatihan Sistem Pengendalian Pengukuran;

  1. Pelatihan Teknik Dasar Kalibrasi peralatan terkait;
  2. Estimasi kesesuaian pengukuran;
  3. Pengendalian peralatan dan instrumen ukur/bahan acuan.

TAHAP IV
1.    Bimbingan Pendaftaran Akreditasi

Bimbingan pendaftaran akreditasi kepada Komite Akreditasi Nasional (KAN) meliputi kegiatan Pengisian Formulir; Penyiapan Dokumen Pendaftaran; Komunikasi dan penyampaian dokumen ke KAN dan hal-hal lain yang berkaitan dengan proses pendaftaran.

III.  PENUTUP

Kami berkeyakinan dengan pengalaman profesional yang cukup dalam menyusun dan membatu proses akreditasi, kami senantiasa siap mendampingi customer dalam merealisasikan program pengakuan Lembaga Inspeksi secara internasional melalui penerapan ISO/IEC 17020 (SNI-19-17020-1999).

Posted in ISO 17020, ISO SeriesComments (0)

Tags: , , , , , , , ,

ISO 9001:2008 Consultants


Phitagoras memberikan jasa konsultasi penerapan Quality Management System / Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO 9001:2008. Adapun langkah – langkah penerapan Konsultasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 tersebut adalah sebagai berikut:

I.TUJUAN
1. Membangun dan menerapkan sistem manajemen mutu sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008
2. Membangun dan menerapkan Teknik Peningkatan Berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi kerja yang bermuara pada Mutu produk
3. Mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008

Read the full story

Posted in ISO 9001, ISO Series, Quality&ProductivityComments (0)

  • AK3 Umum
  • SMK3
  • CSMS
  • Lab
    AK3 Umum
    HSE Training
    CSMS
    Training Health and Safety in the Laboratory

Our Partner

industox
  KB Associates
  industox
 

Contact Us

Customer Services Phitagoras

chat With Us

MARKETING
Vivi
Tasya
Aulia Ali
INFO
Jakarta
Surabaya

Twitter Updates

    www.flickr.com
    Phitagoras' website photoset Phitagoras' website photoset

    Social Networking

    facebook_phitagoras