Posted on 09 August 2010
Dewasa ini tuntutan pelanggan terhadap produk/jasa yang “bebas defect” semakin meningkat. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, banyak konsep manajemen mutu diterapkan dan bahkan beberapa perusahaan ada yang sudah mengklaim bahwa produk/jasanya “bebas defect”.
Namun apakah produk/jasa “bebas defect” mencerminkan prosesnya juga “bebas defect”? Ternyata di balik label tersebut sering dijumpai bahwa prosesnya dihasilkan melalui proses rework, reprocess, inspeksi, dan proses lain yang tidak memberi nilai tambah.
Melalui pendekatan “menciptakan produk/jasa ‘bebas defect’ sejak awal proses” yang menjadi landasan dalam konsep Six Sigma Quality, diharapkan mampu memuaskan pelanggan dan stakeholder.
Read the full story
Posted on 25 September 2008
Banyak perusahaan telah mengaplikasikan Six Sigma, namun tidak sedikit yang belum mendapatkan dampaknya secara signifikan. Sehingga kemudian, pihak manajemen mempertanyakan apa yang salah dalam implementasi Six Sigma. Tak dapat dimungkiri, salah satu kunci sukses implementasi Six Sigma adalah Kepemimpinan Top Manajemen, Budaya Improvement, disamping infrastruktur yang menunjang implementasinya di perusahaan. Six Sigma merupakan suatu pendekatan manajemen untuk menjadikan perusahaan excellence dengan tingkat mutu 3,4 defect dari satu juta kemungkinan. Pada intinya adalah mencapai “nearly perfection” sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan pelanggan. Penerapan Six Sigma di seluruh jajaran organisasi akan memberikan bottomline bagi perusahaan
MANFAAT EXECUTIVE SIX SIGMA COURSE
• Memahami konsep Six Sigma dan mengapa perusahaan harus mengimplementasikan Six Sigma
• Memahami Peran Top Manajemen dalam implementasi Six Sigma
• Memahami hal-hal yang menunjang kesuksesan implementasi Six Sigma
Read the full story